BLOG Citra Maja Raya

Terintegrasi Stasiun, Keuntungan Rumah Dekat Dengan Stasiun Kereta

Citra Maja Raya: Terintegrasi Stasiun, Keuntungan Rumah Dekat Dengan Stasiun Kereta

Citra-maja-raya.id, MajaDi tengah kesibukan yang kehidupan modern, akses mudah menjadi salah satu kunci kesuksesan dalam karir. Oleh karena itu, pilihan lokasi dan akses rumah harus menjadi prioritas utama. Selain memberikan kemudahan transportasi dan mobilitas akses mudah serta lokasi yang strategis memberikan potensi keuntungan investasi yang tinggi.

Oleh karena itu, konsep hunian Transit Oriented Development (TOD) menjadi salah satu konsep hunian yang paling dicari oleh masyarakat. Konsep hunian ini mengintegrasikan fasilitas transportasi dengan perumahan. Dengan terintegrasinya hunian dan fasilitas transportasi maka kemudahan mobilitas menjadi lebih terjamin.

Citra Maja Raya hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan konsep hunian Transit Oriented Development (TOD). Citra Maja Raya merupakan perumahan Kota Baru Terpadu seluas 2.600 Hektar dari Ciputra di Maja, Lebak Banten. Kawasan terintegrasi yang merangkum hunian perumahan, komersil dan fasilitas yang Lengkap dan modern. Citra Maja Raya digagas dengan konsep TOD (Transit Oriented Development) dengan konsep EcoCulture.

Di dalam kawasan ini akan dikembangan Stasiun KRL Commuter Line Maja sehingga penghuni dapat menggunakan fasilitas Commuter Line dengan leluasa. Keberadaan stasiun KRL Commuter Line juga memberikan potensi perkembangan wilayah yang sangat besar.

Nah dalam artikel ini, Citra Maja Raya akan membagikan informasi mengenai berbagai keuntungan perumahan yang terintegrasi dengan Stasiun KRL Cimmuter Line. Simak selengkapnya di sini.

Akses Mudah ke Kawasan Jabodetabek

Rute KRL Commuter Line yang menjalar ke berbagai daerah di kawasan Jabodetabek membuka akses yang mudah ditembuk ke kawasan-kawasan tersebut. Kawasan yang merupakan pusat aktivitas ekonomi, administrasi, perkantoran, dan bisnis ini dapat diakses dengan mudah jika memiliki rumah dekat dengan stasiun KRL Commuter Line. Saat ini terdapat 6 rute KRL Commuter Line yaitu rute Bogor – Tanah Abang – Jatinegara, rute Bogor – Jakarta Kota, rute Tangerang – Duri, rute Cikarang – Bekasi – Jakarta Kota, rute Rangkas Bitung – Serpong – Tanah Abang, dan rute Jakarta Kota – Ancol – Tanjung Priok.

Rute Tanah Abang – Rangkas Bitung - Maja akan bermuara di stasiun Maja. Stasiun Maja merupakan stasiun kereta api kelas II yang terletak di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak. Stasiun ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta. Angka ketinggian Stasiun Maja sebenarnya adalah +40 m, tetapi tidak tercantum pada papan nama stasiun di emplasemen.

Tak Terkendala Kemacetan

Banyak orang memilih menggunakan KRL Commuter Line beralasan bahwa moda transportasi ini termasuk moda transportasi cepat dan bebas dari kemacetan. Sangat berbeda jika mengunakan kendaraan pribadi melalui Jalanan di Jakarta yang selalu macet pada titik-titik tertentu. Sehingga penggunaan moda transportasi KRL Commuter Line digunakan masyarakat untuk mempercepat jarak tempuh dengan menghindari kemacetan di jalanan Jakarta.

Menghindari kemacetan tentu memberikan manfaat yang sangat besar bagi kehidupan Anda. Bagi sebagian besar masyarakat kota-kota besar kemacetan dapat menimbulkan stress sehingga meningkatkan tekanan psikologis saat harus berangkat dan pulang kerja. Tingkat stress yang tinggi mampu memicu berbagai penyakit berbahaya seperti penyakit kardiovaskular, Jantung, hingga meningkatkan resiko diabetes. Dengan menghindari kemacetan menggunakan moda transportasi KRL Commuter Line, Anda bisa terbebas dari resiko stress akibat kemacetan di jalanan Ibu Kota.

Sejalan Dengan Konsep EcoCulture

Konsep EcoCulture adalah konsep yang mengedepankan harmonisasi perumahan dengan kelestarian alam. Saat ini polusi udara semakin parah terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Tingkat polusi tertinggi berasal dari aktivitas transportasi dan banyaknya kendaraan yang berlalulintas di jalanan kota-kota besar. Gas emisi yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor menyumbang 72% polusi udara setiap harinya. Jika ada 100 orang yang masing-masing bepergian menggunakan kendaraan bermotor, maka akan ada 24 g/km partikel polutan yang dihasilkan, 29 g/km NOX, dan 1400 g/km gas CO yang mencemari lingkungan. Jika 100 orang tersebut menggunakan dua bus Transjakarta yang berbahan bakar gas alam, maka tidak ada partikel polutan yang dilepaskan ke udara, hanya 2,4 g/km NOX, dan 9,6 g/km gas CO yang dihasilkan. Dengan menggunaan kendaraan umum, Anda akan membantu menurunkan tingkat polusi udara.

Bayangkan saja setiap unit kereta dalam rangkaian KRL Commuter Line memiliki daya tampung hingga 250 orang, sementara dalam satu rangkaian terdapat 8 hingga 10 unit kereta. Maka setiap sekali perjalanan KRL Commuet Line mampu menampung 2000 hingga 2500 orang. Berarti setidaknya ada sekitar 1000 kendaraan bermotor berupa mobil yang tidak beroperasi jika kita asumsikan satu mobil membawa dua penumpang. Jumlah tersebut sangat membantu dalam mengurangi polusi udara sehingga apabila Anda menggunakan KRL Commuter Line untuk berangkat kerja maka Anda mendukung pengurangan polusi udara.

Nilai Investasi Tinggi

Memiliki rumah dekat dengan KRL Commuter Line juga memiliki keuntungan finansial tersendiri. Rumah yang memiliki akses dekat ke stasiun KRL Commuter Line banyak dicari oleh pembeli. Menurut sebuah studi, rumah dekat stasiun KRL memiliki kenaikan harga lebih tinggi hingga 12% daripada rumah yang jauh dari stasiun KRL Commuter Line. Dengan kenaikan harga yang lebih tinggi ini, aset Anda akan lebih cepat berkembang sehingga investasi yang dilakukan akan menghasilkan keuntungan yang lebih maksimal. (ADR).

imgWAchatYuk wa